Dalam perjalanan suatu negeri akan ada masa dimana terjadi suatu pemberontakan terhadap kekuasaan yang berkuasa. Akan ada suatu perubahan revolusi yang akan menjatuhkan tirani kekuasaan. Akan ada suatu gerakan dalam masyarakat yang menentang pemerintahan yang sudah dianggap tidak mampu lagi menjalani mandat dari rakyatnya. Begitu pula yang terjadi di negara saya, di suatu bangsa yang mendunia kekayaannya, suatu negeri yang tak luput dari sorotan dunia.
Ketika pemerintahan yang ada hanya atau lebih berpihak pada kepentingan golongannya sendiri. sangat ironi memang, mereka dipilih oleh rakyat tetapi yang terjadi sebenarnya adalah rakyat hanya menjadi alat mereka untuk berkuasa. Keteguhan nilai-nilai ideologi pancasila kini telah memudar. Disusupi oleh paham-paham liberalisme yang sangat tidak sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. fenomena ini menjadikan kehidupan banyak rakyat indonesia menjadi hedon atau bahkan pemudanya menjadi bersikap pragmatis terhadap kondisi negerinya sendiri.
Namun, saya sangat meyakini bahwa Allah tidaklah tidur atau dengan kata lain membiarkan kerusakan di dunia ini khusunya di Indonesia. Masih banyak orang-orang yang peduli akan nasib bangsanya di masa depan. merekalah yang biasa disebut pemberontak intelektual. orang-orang yang mengerti akan permasalahan negeri ini dan sangat peduli dengan kelangsungan serta nasib rakyat di negeri ini.
Tidak terasa kita telah melewati jaman orma dan orba. saya sangat menyadari bahwa perubahan yang terjadi tidak terlepas dari peran pemberontak intelektual tersebut. sejarahpun telah merekamnya dalam sebuah rangakaian kronologi yang banyak di liputi oleh tragedi berdarah. yang menjadikan bukti bahwa memang banyak yang harus dikorbankan untuk negeri tercinta kita.
Saya memang tidak terlalu mengerti akan kehadiran sebutan nama mahasiswa, dengan segala gerakan-gerakan yang membawa negeri ini kepada perubahan yang perlahan namun pasti akan mencerahkan kondisi Indonesia di masa yang akan mendatang. Namun, dengan kehadiran peran merekalah rakyat yang tertindas merasakan kemajuan peradaban negeri ini.
Tetaplah berjuang dalam barisan yang rapi..
Tetaplah bergerak dengan konsep yang matang..
Tetaplah menuju rumah emas ketika jembatan emas telah kita lewati..
Hidup Mahasiswa!!
aku tak ubahnya seperti manusia yang lain. yang terus mencari jati diri dan hakikat manusia. namun, aku punya kesadaran yang kuat. bahwa jika aku ingin mengenal diriku. aku harus tahu siapa tuhanku..
Wednesday, 4 April 2012
Monday, 16 January 2012
taman kanak kanak
hidup ini seperti taman kanak kanak..
tertuntun dan mempunyai aturan..
tertawa riang dan bersenandung damai..
hidup ini seperti taman kanak kanak..
bergoyang, menari lepas sejenak..
duduk rapi, menjadi insan bersahaja..
hidup ini seperti taman kanak kanak..
bercanda itu bermain..
bohong itu bermain..
bermain itu menjadi lelucon..
hidup ini seperti taman kanak kanak..
menjadi anak anak..
menjadi manusia sesungguhnya..
tertuntun dan mempunyai aturan..
tertawa riang dan bersenandung damai..
hidup ini seperti taman kanak kanak..
bergoyang, menari lepas sejenak..
duduk rapi, menjadi insan bersahaja..
hidup ini seperti taman kanak kanak..
bercanda itu bermain..
bohong itu bermain..
bermain itu menjadi lelucon..
hidup ini seperti taman kanak kanak..
menjadi anak anak..
menjadi manusia sesungguhnya..
Thursday, 22 December 2011
kalian adalah aktivis?
di suatu pagi yang buta. saat semua terlelap akibat kelelahan yang mereka selalu berselisih bahwa merekalah yang paling lelah. aku melihat pepohonan mulai berembun. aku menggigil merasakan semilir angin yang menusuk tulang. apa yang terjadi dengan mereka? merasa lelah. ya. saya rasa mereka tak mengerti atau tidak mau peduli bahwa apa yang mereka lakukan merupakan suatu kebajikan. jalan ini memang melelahkan. tak ada pujian, hanya hinaan dan keterasingan yang kita lalui. tapi, mengapa kita selalu merasa yang paling lelah. merasa bahwa tak ada yang bisa melakukannya selain kita. ah, saya melihat kebusukan atas apa yang kita lakukan. merasa suci, merasa terasing. saya rasa kita adalah generasi yang akan membawa suatu perbaikan, bukan perubahan. pantas saja merasa suci. toh kita merasa yang kita bawa adalah perubahan. dan menurut saya suatu perbaikan merupakan ajakan kepada mereka yang keliru. bagaimana bisa kita mengajak, toh kita terasingkan. terlihat percuma? tidak! ada suatu asa dan harapan yang saya rasa ada di diri kita. kita memang dihina, karena mereka yang menghina merasa akan tergeser eksistensinya. atau bahkan mereka tidak tahu untuk apa yang kita lakukan ini.
di berbagai organisasi kepemudaan, banyak saya temukan kesombongan yang tiada arti. mereka menyombongkan diri bahwa merekalah yang terbaik dari yang paling baik. mengapa itu harus terjadi? karena kalian membaw perubahan? apakah suatu perubahan berjalan beriringan dengan keangkuhan. lalu bagaimana perubahan itu dapat terwujud? mengajak banyak orang untuk menjadi anggota atau kader? ah. saya rasa tidak perlu membuang-buang waktu seperti itu. sekali lagi saya tekankan, perbaikan lebih penting daripada perubahan. karena tidak ada kedamaian bagi saya jika kita harus menggeser mereka yang tak sepaham, tidak ada kejayaan bagi sesama manusia, jika hanya membawa kepentingannya sendiri-sendiri.
kalian adalah aktivis? pikir ulang!! kalian berasal darimana? untuk apa? dan bagaimana mewujudkannya? sekali lagi. saya tidak tekankan pada perubahan. perbaikan saya rasa lebih tepat untuk semuanya. dan mulailah dari diri sendiri.
tak ada pergerakkan yang dapat dirasakan oleh semua golongan.
Wednesday, 7 December 2011
aku dan masa laluku..
pagi itu.. di hari minggu, tepatnya tanggal 10 oktober 1993. merupakan hari yang bersejarah bagiku. sebagai awal kelahiran mimpi-mimpi yang tertunda bagi orangtuaku. subuh itu, setelah mengambil wudhu, ibuku bergegas untuk melaksanakan sholat. selesai mendirikan kewajibannya, dia merasakan sakit di rahimnya. tidak ada bapak saat itu, karena beliau bertugas di hotel samudra, sukabumi. untunglah nenek dari ibuku menemaninya untuk melaksanakan persalinan. tidak ada gurat kegundahan saat itu, karena bayi yang akan lahir merupakan seorang lelaki satu-satunya yang diidam-idamkan kehadirannya. ya, tepat jam 5.10 WIB 10 Oktober 1993, aku terlahir di dunia ini. dengan berbagai harapan keluarga besarku saat itu.
namaku Mochammad Mawarrizqi Syamsi Ahadri. nama yang panjang begitu juga makna, do'a serta harapan kedua orangtuaku yang ada di dalamnya. saat aku di dalam kandungan. kondisi kedua orangtuaku sedang dalam kondisi di jurang perceraian. dan saat aku lahir, bapakku mendapat surat dari kantor pusat hotel Indonesia yang ada di jakarta untuk bertugas di jakarta. dan bapak juga diangkat sebagai karyawan tetap. sungguh kabar yang membuat bapak seperti mendapat durian runtuh. dan akhirnya, kehadiranku membuat keluargaku menjadi utuh kembali. karena itu, aku diberi nama RIZQI.
Bapak sangat menyukai cerita nabi Ibrahim AS, beliau sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan alam terutama tentang bulan dan bintang. kakaku yang pertama diberi nama WULAN, yang kedua diberi nama WINTANG. dan aku anak terakhir diberi nama SYAMSI. untuk nama AHADRI, merupakan suatu do'a yang tulus serta harapan yang mulia dari bapak. beliau membuat panggilan sekaligus do'a yang disingkat menjadi Ahadri. panggilan itu adalah Anak Harapan Ayah Dapat Ridho Illahi. jadilah namaku yang panjang dengan cerita yang meliputinya.
namaku Mochammad Mawarrizqi Syamsi Ahadri. nama yang panjang begitu juga makna, do'a serta harapan kedua orangtuaku yang ada di dalamnya. saat aku di dalam kandungan. kondisi kedua orangtuaku sedang dalam kondisi di jurang perceraian. dan saat aku lahir, bapakku mendapat surat dari kantor pusat hotel Indonesia yang ada di jakarta untuk bertugas di jakarta. dan bapak juga diangkat sebagai karyawan tetap. sungguh kabar yang membuat bapak seperti mendapat durian runtuh. dan akhirnya, kehadiranku membuat keluargaku menjadi utuh kembali. karena itu, aku diberi nama RIZQI.
Bapak sangat menyukai cerita nabi Ibrahim AS, beliau sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan alam terutama tentang bulan dan bintang. kakaku yang pertama diberi nama WULAN, yang kedua diberi nama WINTANG. dan aku anak terakhir diberi nama SYAMSI. untuk nama AHADRI, merupakan suatu do'a yang tulus serta harapan yang mulia dari bapak. beliau membuat panggilan sekaligus do'a yang disingkat menjadi Ahadri. panggilan itu adalah Anak Harapan Ayah Dapat Ridho Illahi. jadilah namaku yang panjang dengan cerita yang meliputinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)